. . : : Selamat Datang di Blog Saya, Terima Kasih Atas Kunjungannya : : . .
Ini adalah kebahagiaan terbesar bagi saya

Sabtu, 06 Agustus 2011

Psikologi Kodok

Peter Senge bercerita dalam bukunya “The Fifth Discipline” tentang seekor kodok. Syahdan, kodok
mempunyai psikologi yang menarik. Apabila seekor kodok dimasukkan dalam panci berisi air mendidih
maka dia akan refleks melompat keluar dari panci itu. Tapi apabila anda memasukkan kodok dalam panci
biasa. Kemudian, anda taruh panci itu diatas kompor dan panaskan dengan api yang kecil sekali. Sehingga,
air dengan sangat perlahan memanas. Kodok tidak akan melompat keluar dari panci itu. Bahkan, sampai
mati di dalam panci!
Mengapa? Kodok itu gagal menangkap sinyal perubahan suhu air yang merambat perlahan. Kodok merasa
seolah
olah tetab berada pada air dengan suhu standar. Sampai suatu titik hingga semuanya telah
terlambat. Mati!
Apa yang bisa kita pelajari dari Psikologi Kodok?
Psikologi kodok digunakan oleh Senge untuk melukiskan kegagalan organisasi pembelajaran. Kita
cenderung menikmati area nyaman saat ini sehingga biasa mengabaikan sinyal
sinyal perubahan kecil
yang ada dalam organisasi maupun lingkungan eksternal organisasi kita.
Kekeliruan
keliruan kecil dibiarkan sehingga menjadi kebiasaan dan tradisi yang kemudian menentukan
nasib seluruh organisasi. Kita membiarkan keluhan
keluhan kecil pelanggan sehingga membentuk citra
negatif organisasi. Kita tersadar nanti setelah angka penjualan kita merosot. Kita abaikan perlakuan buruk
kepada karyawan, seperti mendikte ide, tidak mengapresiasi kerja bawahan, dan kita baru tersadar
setelah karyawan itu pindah ke perusahaan lain.
Begitu juga dengan negara ini. Kita abaikan kasus
kasus kecil, pelanggaranpelanggaran kecil sehingga
membentuk budaya korupsi. Korupsi hanya disikapi dengan cara
cara standar. Seumpama kodok hanya
menggeserkan tubuh tapi tetap dalam panci itu. Tidak ada lompatan keluar dari panci yang mulai
memanas airnya. Sampai nanti terlambat bagi kita semua untuk melompat.
Apakah anda pernah mengalami kejadian Psikologi Kodok?

Tidak ada komentar: