Sabtu, 10 Desember 2011
Kaki Seribu
Hewan berkaki seribu :
berjalan lambat dan bergerak pelan.
Kangguru : berkaki empat, berjalan dengan 2 kaki belakang ,
tetapi lompatan langkahnya lebih cepat dari yang lainnya.
Sama seperti hidup :
Terkadang kita tak perlu memerlukan banyak tangan dan kaki,
untuk success bergerak cepat,
TERPENTING lompatan - lompatan baik, jitu dan terarah,
akan menuju kecepatan untuk sebuah keberhasilan
lompatan - lompatan baik, jitu dan terarah, ...untuk success bergerak cepat,
TERPENTING lompatan - lompatan baik, jitu dan terarah,
akan menuju kecepatan untuk sebuah keberhasilan
akan menuju kecepatan untuk sebuah keberhasilan
Belajar Iklas
Suatu
hari seorang bapak tua hendak menumpang bus. Pada saat ia menginjakkan
kakinya ke tangga,salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan.
Lalu pintu tertutup dan bus mulai bergerak dengan cepat, sehingga ia
tidak mungkin bisa memungut sepatu yang terlepas tadi. Lalu si bapak tua
itu dengan tenang melepas sepatunya yang sebelah dan melemparkannya
keluar jendela.
Seorang pemuda
yang duduk dalam bus melihat kejadian itu, dan bertanya kepada si bapak
tua, "Aku memperhatikan apa yang Anda lakukan Pak. Mengapa Anda
melemparkan sepatu Anda yang sebelah juga ?" Si bapak tua menjawab,
"Supaya siapapun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya."
---------
Si bapak tua dalam cerita di atas memahami filosofi dasar dalam hidup
-jangan mempertahankan sesuatu hanya karena kamu ingin memilikinya atau
karena kamu tidak ingin orang lain memilikinya.
Kita kehilangan
banyak hal di sepanjang masa hidup. Kehilangan tersebut pada awalnya
tampak seperti tidak adil dan merisaukan, tapi itu terjadi supaya ada
perubahan positif yang terjadi dalam hidup kita.
Kalimat di
atas tidak dapat diartikan kita hanya boleh kehilangan hal-hal jelek
saja. Kadang, kita juga kehilangan hal baik. Ini semua dapat diartikan:
supaya kita bisa menjadi dewasa secara emosional dan spiritual,
pertukaran antara kehilangan sesuatu dan mendapatkan sesuatu haruslah
terjadi.
-----------
Seperti si bapak tua dalam cerita,
kita harus belajar untuk melepaskan sesuatu. Tuhan sudah menentukan
bahwa memang itulah saatnya si bapak tua kehilangan sepatunya. Mungkin
saja peristiwa itu terjadi supaya si bapak tua nantinya bisa mendapatkan
sepasang sepatu yang lebih baik.
" Satu sepatu hilang. Dan
sepatu yang tinggal sebelah tidak akan banyak bernilai bagi si bapak.
Tapi dengan melemparkannya ke luar jendela, sepatu gelandangan yang
membutuhkan. "
Berkeras mempertahankannya tidak membuat kita
atau dunia menjadi lebih baik. Mungkin memang pedih pada awalnya...
mungkin butuh bulan berbilang tahun untuk menyeka bening yang terkadang
masih mengalir....
Namun kebahagiaan memang tak selamanya... dan kesedihan takkan mengembalikan apa yang telah berlalu...
=======
Kita semua harus memutuskan kapan suatu hal atau seseorang masuk
dalamhidup kita, atau kapan saatnya kita lebih baik bersama yang
lain.Pada saatnya, kita harus mengumpulkan keberanian untuk
melepaskannya.
=======
" Semoga kita bisa menjadi orang yg ikhlas yang tetap masih bisa memberikan senyum terindah kita pada dunia".
Kisah Monyet Dan Angin......
Seekor monyet sedang nangkring di pucuk pohon kelapa. Dia nggak sadar
lagi diintip sama tiga angin gede. Angin Topan, Tornado sama Bahorok.
Tiga angin itu rupanya pada ngomongin, siapa yang bisa paling cepet jatuhin si monyet dari pohon kelapa.
Angin Topan bilang, dia cuma perlu waktu 45 detik.
Angin Tornado nggak ♏åϋ kalah, 30 detik, katanya.
Angin Bahorok senyum ngeledek äπϑ bilang, 15 detik juga jatuh tuh monyet.
Akhirnya satu persatu ketiga angin itu maju.
Angin TOPAN duluan, dia tiup sekenceng-kencengnya, Wuuusss… Merasa ada
angin gede datang, si monyet langsung megang batang pohon kelapa. Dia
pegang sekuat-kuatnya. Beberapa menit lewat, nggak jatuh-jatuh tuh
monyet. Angin Topan pun nyerah.
Giliran Angin TORNADO.
Wuuusss… Wuuusss… Dia tiup sekenceng-kencengnya. Ngga jatuh juga tuh monyet. Angin Tornado jg nyerah.
Terakhir, Angin BAHOROK. Lebih kenceng lagi dia tiup.
Wuuuss… Wuuuss… Wuuuss… Si monyet malah makin kenceng pegangannya. Nggak jatuh-jatuh.
Ketiga angin gede itu akhirnya ngakuin, si monyet memang jagoan. Tangguh. Daya tahannya luar biasa.
Ngga lama, datang angin Sepoi-Sepoi. Dia bilang mau ikutan jatuhin si
monyet. Keinginan îτϋ diketawain sama tiga angin lainnya. Yang gede aja
nggak bisa, apalagi yang kecil.
Nggak banyak omong, angin
SEPOI-SEPOI langsung niup ubun-ubun si monyet. Psssss… Enak banget.
Adem… Seger… Riyep-riyep matanya si monyet. Nggak lama ketiduran dia
trus lepas lah pegangannya. Alhasil, jatuh deh tuh si monyet.
Guys, boleh jadi ketika kita Diuji dengan KESUSAHAN…Dicoba dengan Penderitaan… Didera Malapetaka... Kita kuat bahkan lebih kuat dari sebelumnya...
Tapi jika kita diuji dengan KENIKMATAN... KESENANGAN... KELIMPAHAN... Disinilah kejatuhan îτϋ terjadi. So, Jangan sampai kita terlena... Tetap rendah hati dan mawas diri, ingat kita hanya hidup sementara di dunia ini.
Cara berprasangka baik (Husnudzan)
Cara berprasangka baik (Husnudzan) ♥
~Jika engkau bertemu Seseorang,Maka yakinilah bahwa dia lebih baik darimu,Ucapkan dalam hatimu:
"Bisa Jadi Kedudukannya disisi ALLAH SUBHANAHU WATA'ALA,Jauh lebih baik dan lebih tinggi dariku"..
~Jika bertemu anak Kecil,Maka Ucapkanlah (dalam hatimu)..
"Anak ini belum bermaksiat Kepada ALLAH SUBHANAHU WATA'ALA,Sedangkan
diriku telah banyak bermaksiat Kepada~Nya,Tentu anak ini Jauh lebih baik
dariku"..
~Jika bertemu dengan Orang Tua,Maka Ucapkanlah (dalam hatimu)..
"dia telah beribadah Kepada ALLAH SUBHANAHU WATA'ALA,Jauh lebih lama dariku,Tentu dia lebih baik dariku"..
~Jika bertemu dengan Seorang berilmu,Maka Ucapkanlah (dalam hatimu)..
"Orang ini Memperoleh Karunia yg tidak akan ku peroleh,Mencapai
Kedudukan yg ti akan pernah ku capai,Mengetahui apa yg tidak ku
ketahui,dan dia Mengamalkan Ilmunya,Tentu dia lebih baik dariku"..
~Jika bertemu dengan Seorang yg bodoh,Maka Ucapkanlah (dalam hatimu)..
"Orang ini bermaksiat Kepada ALLAH SUBHANAHU WATA'ALA,Karena dia
bodoh(Tidak tahu),Sedangkan Aku bermaksiat Kepada~Nya,Padahal Aku
Mengetahui Akibatnya..
Dan Aku Tdk tahu bagaimana Akhir Umurku dan Umurnya Kelak,dia tentu lebih baik dariku..
~Jika bertemu dengan Orang Kafir,Maka Ucapkanlah (dalam hatimu)
"Aku tidak tahu,bagaimana Keadaannya Kelak,bisa jadi diakhir
Usianya,dia Memeluk Agama Islam dan beramal Sholeh,dan bisa jadi diakhir
Usia diriku Kufur dan berbuat buruk"..
(Nasehat:Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani)
Yaa ALLAH..
Sesungguhnya Aku berlindung Kepada~Mu..
Dari Akhlak,Amal Perbuatan dan Keinginan(hawa nafsu)yang Cenderung Ingkar(Tercelah)..
Amiin.. Amiin... Yaa robbal Alamin..
Mbah Sarno Tukang sol
cuaca hari ini sangat sangat panas. Mbah sarno terus mengayuh sepeda tuanya
menyisir jalan perumahan condong catur demi menyambung hidup. Mbah
sarno sudah puluhan tahun berprofesi sebagai tukang sol sepatu keliling.
Jika orang lain mungkin berfikir “mau nonton apa saya malam ini?”, mbah
sarno cuma bisa berfikir “saya bisa makan atau nggak malam ini?”
di tengah cuaca panas seperti ini pun terasa ...sangat sulit baginya
untuk mendapatkan pelanggan. Bagi mbah sarno, setiap hari adalah hari
kerja. Dimana ada peluang untuk menghasilkan rupiah, disitu dia akan
terus berusaha. Hebatnya, beliau adalah orang yang sangat jujur.
Meskipun miskin, tak pernah sekalipun ia mengambil hak orang lain.
Jam 11, saat tiba di depan sebuah rumah mewah di ujung gang, diapun
akhirnya mendapat pelanggan pertamanya hari ini. Seorang pemuda usia 20
tahunan, terlihat sangat terburu-buru.
Ketika mbah sarno
menampal sepatunya yang bolong, ia terus menerus melihat jam. Karena
pekerjaan ini sudah digelutinya bertahun-tahun, dalam waktu singkat pun
ia berhasil menyelesaikan pekerjaannya.
“wah cepat sekali. Berapa pak?”
“5000 rupiah mas”
sang pemuda pun mengeluarkan uang seratus ribuan dari dompetnya. Mbah
sarno jelas kaget dan tentu ia tidak punya uang kembalian sama sekali
apalagi sang pemuda ini adalah pelanggan pertamanya hari ini.
“wah mas gak ada uang pas ya?”
“nggak ada pak, uang saya tinggal selembar ini, belum dipecah pak”
“maaf mas, saya nggak punya uang kembalian”
“waduh repot juga kalo gitu. Ya sudah saya cari dulu sebentar pak ke warung depan”
“udah mas nggak usah repot-repot. Mas bawa dulu saja. Saya perhatikan
mas lagi buru-buru. Lain waktu saja mas kalau kita ketemu lagi.”
“oh syukurlah kalo gitu. Ya sudah makasih ya pak.”
jam demi jam berlalu dan
tampaknya ini hari yang tidak menguntungkan bagi mbah sarno. Dia cuma
mendapatkan 1 pelanggan dan itupun belum membayar. Ia terus menanamkan
dalam hatinya, “ikhlas. Insya allah akan dapat gantinya.”
ketika waktu menunjukkan pukul 3 lebih ia pun menyempatkan diri shalat
ashar di masjid depan lapangan bola sekolah. Selesai shalat ia berdoa.
“ya allah, izinkan aku mencicipi secuil rezekimu hari ini. Hari ini aku akan terus berusaha, selebihnya adalah kehendakmu.”
selesai berdoa panjang, ia pun bangkit untuk melanjutkan pekerjaannya.
Ketika ia akan menuju sepedanya, ia kaget karena pemuda yang tadi siang
menjadi pelanggannya telah menunggu di samping sepedanya.
“wah kebetulan kita ketemu disini, pak. Ini bayaran yang tadi siang pak.”
kali ini pemuda tadi tetap mengeluarkan uang seratus ribuan. Tidak hanya selembar, tapi 5 lembar.
“loh loh mas? Ini mas belum mecahin uang ya? Maaf mas saya masih belum
punya kembalian. Ini juga kok 5 lembar mas. Ini nggak salah ngambil
mas?”
“sudah pak, terima saja. Kembaliannya, sudah saya terima
tadi, pak. Hari ini saya tes wawancara. Telat 5 menit saja saya sudah
gagal pak. Untung bapak membiarkan saya pergi dulu. Insya allah minggu
depan saya berangkat ke prancis pak. Saya mohon doanya pak”
“tapi ini terlalu banyak mas”
“saya bayar sol sepatu cuma rp 5000 pak. Sisanya untuk membayar kesuksesan saya hari ini dan keikhlasan bapak hari ini.”
Sebuah renungan :
pd suatu hari ada seorg Ibu yg baru pulang dari pasar melihat ada 3 org
berjanggut di halaman rumahnya. Ketiga pria itu terlihat letih dan
lapar. Ibu itu mengajak mereka masuk untuk makan, tapi mereka bertanya,
"apakah suamimu sdh pulang ?" "Belum" jawab Ibu itu.
"Kalau begitu
kami tdk bsa masuk.". Ketika suaminya pulang, Ibu itu menceritakan
tentang ketiga org tsb, dan suaminya mnyuruhnya mengajak ketiga org itu
utk masuk. Ketika ia menyuruh mereka masuk, salah seorang berjanggut itu
berkata: "Yg itu bernama Kekayaan, yg itu Kesuksesan dan saya Cinta.
Kalian hrs memilih salah satu dari kami utk masuk ke dlm rumahmu, kami
tdk bisa masuk bersama-sama."
Ibu itu masuk ke dlm dan menceritakan apa yg dikatakan org itu, suaminya berkata: "suruh Kekayaan masuk, saya ingin rumah ini penuh dgn Kekayaan."
Tapi Ibu itu berkata: "lebih baik Kesuksesan, biar semua pekerjaan kita slalu penuh dgn Kesuksesan."
Anak2 mereka berkata: "lebih baik Cinta, biar rumah ini selalu penuh dgn Cinta,"
Akhirnya semua setuju utk mengajak Cinta masuk, Ibu itu kembali ke depan dan berkata, "yang bernama Cinta silahkan masuk."
Ketika org yg bernama Cinta berjln masuk, kedua org yang lain mengikutinya.
Si Ibu heran dan berkata, "kami hanya mengundang Cinta, knapa kalian ikut?"
Org itu berkata, "Kalau Ibu memilih Kekayaan atau Kesuksesan, kami
hanya bisa berjln sendiri2. Tapi krn Ibu memilih CINTA, kami berdua akan
selalu mengikutinya kemanapun dia berjalan. Sebenarnya kami berdua ini
buta, hanya Cinta yg bisa melihat dan menuntun kami kemanapun dan
kapanpun juga....
"RENUNGAN" Jalani hidup ini dgn cinta..."Dan bersyukur kita masih berada diantara orang2 yg mencintai kita.
Langganan:
Postingan (Atom)
